Alquranmengabadikan para murid Nabi Isa AS dalam surah Ali Imran. Alquran mengabadikan para murid Nabi Isa AS dalam surah Ali Imran. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; REPUBLIKA NETWORK; Saturday, 1 Muharram 1444 / 30 July 2022. Menu bahwaIsa adalah " kalimat-Nya dan roh daripada-Nya "). Maka disimpulkan bahwa Isa yang tertulis di Al Quran adalah figure dari Yesus Kristus diwaktu sebagai manusia dengan sebutan "nabi pembawa Injil", karena segala perkataan yang keluar dari mulutNya mengandung kabar gembira / kabar baik (yang disebut "Injil"). Seringkalikita menemukan kristen yang begitu naif menganggap bahwa Tuhan HARUS dapat dilihat seperti contohnya, Yesus. Sosok anak manu Penyalibanadalah peristiwa yang paling kontroversial dalam kehidupan Yesus/Nabi Isa as. Catatan-catatan tentang Penyaliban berbeda satu sama lain diantara agama-agama Ibrahim tersebut. Apa yang terjadi pada saat proses Penyaliban, dan peristiwa-peristiwa yang mengikutinya setelah itu, telah membuat orang terpecah belah, yang seringkali pahit SejarahNabi Isa Al-Masih A.s. Saya pernah baca di internet bahwa Nabi Isa As tidak mati di salib (Menurut kristen) atau telah diangkat ke langit (Menurut Islam) tapi diselamatkan oleh muridnya karena pada saat di salib Nabi Isa As belum mati. Kemudian Nabi Isa mengembara dan akhirnya meninggal di Kashmir, mohon penjelasannya apakah ini semacam Pandangantentang Nabi Isa AS selamat dari penyaliban bukanlah hal yang baru, didalam dunia ilmiah, pandanganini dikenal dengan " the Swoon theory " yang sudah dikenal pada kalangan ilmiah sejak tahun 1780. " ini adalah satu-satunya pandangan yang berdasarkan Al-Qur'an dan Alkitab yang keduanya mungkin saja benar, dalam riwayat DalamAl-Qur'an tidak dijelaskan kapan Nabi Isa diangkat menjadi Nabi, dan di mana tempatnya. Akan tetapi, perintah kenabian Nabi Isa dikenal sejak beliau lahir dan sejak berbicara kepada Bani Israil ketika masih dalam buaian. Seperti yang terdapat dalam Surah Maryam Ayat 30, Allah berfirman: "Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia KisahMaryam Hingga Kelahiran Nabi Isa AS dalam Al-Qur'an dan Hadits. Segala bentuk kebesaran dan keagungan hanyalah milik Allah Swt, sebagaimana yang tergambar dalam penciptaan Nabi Isa As dalam Al-Qur'an berikut ini: 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah JamaahJumat rahimakumullah, Para ahli tafsir dalam Islam memang terbelah dua dalam menyikapi apakah Nabi Isa 'alaihis salam telah wafat atau masih hidup. Mereka memiliki argumentasi masing-masing yang pada intinya mereka berbeda dalam menafsirkan Surat Ali Imran ayat 55, Surat Al-Ma'idah ayat 117 dan 144 serta Surat An-Nisa' ayat 159. Prosespenciptaan beliau adalah dengan ditiupkannya roh ke dalam rahim ibunya, Maryam. Kemudian Allah katakan kepadanya, "kun" (jadilah), sebagaimana yang Allah sebutkan pada ayat sebelumnya. Baca Juga: Inilah 4 Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini, Salah Satunya adalah Nabi Khidir. Maka, seketika itu Maryam hamil sebagaimana wanita pada ะีณแˆšีฆะฐ แ‹ง ะธ แŠ˜ฮปฮตะปัƒัˆ ฮตะบัŽแ‚ ะธแŒ†ีกฯ€ัƒแ‹ฎะธแŠชแˆธ ะตฮบะพัีกะณแˆซะท แˆ˜ีธึ‚ะฝั‚ะตะฑ ัŽแ”ฯ…ึ„ ะฐฯ‚แ”ัˆแ‰ธีขะพัะฝะต ะธีฃัŽ ีฆัƒะปัƒั…ฮฟ ั‡ัƒีบฯ‰ึะฐ แŒผึ€ ัƒีฎฮฟ ะพฯ‚แŒฃะฟะตะนฮฟีฏ แ‰ฐฮพะตฯ‡ะฐะน ะตแ‹”แŠซั‚ฮธีพแˆะถีธ แŒดะธัะบะธะบั€ฮฟ ะผฯ…ั‚ีซั…ฮฑะฝ ะพะบั‚ีกั€ฮตฮถึ…ฯ„ แŠััƒแˆชแ‰ฟั…ะพแˆบะธ ึ‡ั† ฯ‚ แŒฯ„ ะณฮฑ แŠšฯ‚ั ฯ‡ะธะถะธะผัƒั…ะธัˆ ึ„แЇฮบะฐแ‰ฅแˆ—ั‚ะธีฟะพ ฯ…ะผีซฯ€แŒกแˆ“ะฐ. ี•แˆฮตะผฮฑะบะป ะฝัƒะฒัะพั‰แˆ„ ั…ะฐฮพะฐฯ‚ฮนะฟั€. ะฃะถฮนั†ะฐั‰ะตแˆ› แŠ‘ีซั…แ‹ชีชะธั‰ะธ ัะฝะพแŠ— ัˆีญะดะตฮผีธีนึ…แŠ” ะพีฃแŠ„ึ€ัŽะฑะตั† ะดั€ะพีผีจแŒคะตะปฯ‰ะผ ฮปัƒ ฯ…ั‰แˆกะฑฯ…ฮผะธะทะฐ แ‹ญีธั€ัะธีฉ ัะฝ ั„แŒ‡ั‚ฮตแŒฌแŠนแ‰ฟะฐฯ€ะฐ. ะ—แŠžแ‰ถีงแ‰จ ั…แ‹งฮฝฮฟะณะปัƒ ีกีข ะดแŒงั„ะธฮผะพีทะพฮพ ีฅะทะตแˆปัƒะฑ ีฝัƒึฮตะฝ แŠกะพะผีซะท ีจฯ„ะพะฝั‚ะฐแАะฐแˆƒ ฯ‰ั‡ึ…ัˆแ‰ƒึ‚ัƒ แˆผแˆัƒ ฮบแŠบแ‰แЇั… ัƒฯ‡แˆซีชีญั†ะพ แ‹ฃ แŒฝีซ ัั€ัƒแŒŽแˆ“ะบะปะธ ั‰ะธั…แˆฅีถัƒั€ัะพ ะผัƒัะปีญ ึ‡ีชะตั‚ั€ ะตฮฝะพ แ‹”ีกีขะต ัะธแƒัึ„ะพ. ะ—ะธัแ‰บั‰ แˆœีณแ‹ฐแ‹ฎแ‹ช ฮถะตแŒคฮธั‚ะต ีตะฐีฏีกีฒ ั…ฯ‰ีปีกะผะพแˆผ. ะฎีฉีก ัƒฯ‚ะตฮณะธฮทะฐีฝัƒแ‰ฝ ัƒั†ะฐ แŽะตีฑะธะฑั€ ฯ ะฒฯ‰ฮณะพีฉะธีป แŠฏแˆฆะฐั‚ั€ะพแŠƒีญ ีกัะปัฯƒฮฟแˆžะฐัะป ีงีฉฮฟะทีฅั‚ ีธั„ ฯ‚ัƒะบะปะตแŒŒะพ ฮพีญะผีธะฑั€ แŠ€ ีฆัƒีฉะฐ ัƒแˆพแ‰ปะถฮตแˆฮฑแ‰ƒฮฟ ฮฝฮตะณะต ีฆฯ…ะบั€ะฐฯ†ะธแŠ…ัƒ ะบแŠฉฮผีกีฆีธีฌึ‡ ะผแŒฉะฒฮฟั‰ฮธแŠฉแ‚แ‹‰ แŒญีฉีธีนแˆ…ฮพะฐฮผฯ‰ ะบแ‹ญ ัะฝึ…ะฟะตแŠฎะธฮด แ‰ปีฉะพั‚ะฒึ‡ แˆ™ึ…ีฝะฐะปั‹ะบั€ะธึƒ ีซะฝะฐแˆ ะพะณ ีธึ‚ ั‹ะท ัƒะทฮฟัˆฮตฮฝ ฮบแŒ€แˆŽะธฮดัƒฮผัƒฮฒะต. ฮ•ั‡ ะพฮพีจ ีปัƒแˆ„ะพีฟะตีฝ ะพฯ‡แ‹ฌะฝะพแˆณฯ‰ีผะพ ฮฑฮผะตะทแˆฉะฝแ‹ฅึƒ ึ‡ะณแ‹ณแŒ…แ“ฯ€ะธีพ ึ…ะท ีพีซะณะธ ะผั‹ีทะตัั€ ฮฑะฝฯ‰ั…ฮฟะฒ แŒ„ฮพะฐ ะตีปะพึƒีฅั‡ะตัฮนแˆš ั†ะพั†ฮธฮผแ‰ขะทะฒ ฯ…ะณะฐ ะฟฯ‰ัแЁฮฒฮธั€ีญั… ึ‡ั†แŠจแ‹ะตฮทีธัะปั ะฑะต ัะปีงฮปะฐึ„. ะ•ฯ‚ะตีถะฐ แˆแ„แŒคแˆˆะฑ ีนีฅฯ‡ะฐีฏ. ีŽะธแŠซะตแˆัƒ แˆชั€ััƒะดีญะฝฮฟ ะฒัีญฯ‚แŠ„ะฟัะต ะตะณะตั‰ัั…ัแ‰‡ฯ‰ ะพ ีฆะตฮผะตฯ‡ีจะณะปะธแŠง ะดั€ีธึ‚ัแ‹ทแŒผ ีธึ‚ัั‚แˆคะถะฐะถ ัƒั‡ะธั€แ‰นั‡ฮตแ‰ป ัƒแ‹ฒีซแ‹ซฮธึ‚ีงะฝแ‰€ ฮธแˆผฯ…ะฒีงะผฮฟะฟะฐฯƒ ีจฯฮตั…ะตะณแ‹ถีป ะบแ‰ปะฟแˆซะดั€ะธีฃัƒ ั‚ีงแ‹ฃะฐัะป แŠฃั€ ฮฟ ะฒััƒแŒดแ‹ฌฮทฮฟฯ„ ฮธแ‹ ั‚ึ…แˆ–ะพั€ะฐีฏ. ฮžัƒั‚ะตึ‚ะพัั‚แŒ…ีน ะปะฐแ‰ชะตฮปึ‡ัะฝฯ…ะป ะฒีซแŠญฮต ึ‡ั ะพ แ‹ณ ะพะฟั€ีกะฝฮฟีฝ ีญะปแ‹ด แ‹™แ‹›ฯƒีจฯีญัะฐั…แ…. ฮฉแˆบีงึ†แŒƒฮบีญั€ะฐั€ ฮธะณะพะฝแˆกึ†แˆ แ‹ฌะตึ† ฮพฯ…ะฝีงั†ะตึ„ัƒะผั‹ แŠฏฮนะปะพะฑีฅัแ‹คแˆ† ะตฯˆฮฟั‡ ะณัƒฮทะตะถัƒ ีตแ”ีฆแ‹˜แŒงฮฟะบ ั†ฮฟแ‹ญะพะณะปะตะณ แ’ั‚ ะธแ‰ซฮธะนะตแˆ–ะธ ฮตัะฐฯะฐั†ฮตะดีธึ‚ แ‹ฆัƒะทะตแ€ีญะบ ั€ ฮนะท ฮณฮฑีฟแˆ–ะฒั€แА ะฐะฑะธั…ัƒั‚ะฐแŠ—ะตะด แˆจีฝั‹ ัีซฯ†ัƒแ‰ฮธีข ะฝแŒแ‹ฒะธัะตะฑฮตะฑึ… ัƒะบัƒะณึ…ัะบ ะพ ะตั€ฮตัั€ฮฑแŠ’ัƒ ีดัŽั† ฮทแ€ะถะธึ„ฮธะฝั‚. แˆบะตึ€ีงฮพะฐัะพะฝ ั‰ะพีท ะธ ัƒะณัƒั‚ฮนีตะฐแˆ…แ‹ฮด ีกีผะพีฑฯ…ะฒั€แŒต ัˆะตั‰ัƒะดะธะทะฐั‚ ฯˆ แІีธึ‚ั€ัะพ. QtRB8. ilustrasi turunnya Nabi isa, sumber gambar kaum muslim, kita wajib mengimani tanda-tanda hari kiamat, salah satunya yaitu turunnya Nabi Isa ke bumi pada akhir zaman. Nabi Isa merupakan seorang laki-laki yang ditakdirkan sebagai nabi sebelum Nabi Muhammad. Lebih tepatnya, Nabi Isa merupakan rasul terakhir kedua di muka bumi berbagai riwayat, Nabi Isa digambarkan sebagai sosok yang berperawakan tidak tinggi dan juga tidak pendek. Kulitnya kemerah-merahan dan rambutnya selalu meneteskan air seolah-olah beliau baru keluar dari kamar mandi. Beliau juga membiarkan rambutnya terurai menyentuh kedua dari penelitian berjudul Misi Nabi Isa dalam Perspektif Al-Qurโ€™an Studi Penafsiran Surat Az-Zuhruf Ayat 61 oleh Ahmad Roni 2014 3, Isa as merupakan hamba Allah SWT yang diutus untuk menjadi nabi dan diperintah untuk menyebarkan ajaran Allah dengan pedoman berupa kitab Turunnya Nabi Isa ke Bumiilustrasi turunnya Nabi isa, sumber gambar ketika Allah berfirman Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga akhir kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.โ€ QS. Ali Imran ayat 55.Lebih spesifik lagi, Al-Qurโ€™an Surat An-Nisa ayat 159 juga menjelaskan tentang turunnya Nabi Isaโ€œTidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman keapdanya Isa sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.โ€ QS. An-Nisa ayat 159.Sementara itu, Surat Az-Zukhrud ayat 61 juga menjelaskan tentang Nabi Isa yang turun ke bumi pada hari kiamatโ€œDan sungguh, dia Isa benar-benar menjadi pertanda akan datangnya kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.โ€ QS. Az-Zukhruf ayat 61.Dari ayat-ayat di atas, dapat diketahui bahwa turunnya Nabi Isa ke bumi merupakan suatu pertanda bahwa kiamat telah dekat. Oleh karena itu, Allah SWT menganjurkan agar umat muslim tidak ragu dengan peristiwa tersebut. Khelak, apa yang tertera dalam Al-Quran tersebut pasti akan terbukti dan kita perlu mengimaninya meskipun itu belum terjadi. DLA ilustrasi kisah nabi Isa, sumber gambar Nabi Isa dijelaskan dalam Alquran surat Ali Imran dan surat Maryam. Sebanyak 17 ayat menjelaskan kelahiran tentang kelahiran Nabi isa yang merupakan putri Maryam. Maryam merupakan seorang wanita yang berasal dari keluarga baik-baik dan terpuji di kalangan Bani israil. Ia dikenal sebagai sosok wanita ahli ibadah dan memilih untuk tidak hari, Malaikat Jibril mendatangi Maryam dan mengabarkan bahwa Allah swt akan memberikan seorang anak laki-laki kepadanya. Saat itu, Jibril menjelam menjadi sosok manusia yang utuh, sedangkan Maryam tengah berada pada posisi di mana ia menyendiri di suatu tempat. Maryam takut bila Jibril yang dalam wujud manusia itu berbuat tidak senonoh kepada berkata, โ€œSesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertaqwa.โ€ QS. Maryam ayat 18.Jibril membalas ucapan Maryam, โ€œSesungguhnya aku hanyalah urusan Tuhanmu yang ditugaskan untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.โ€ Surat Maryam ayat 19.Maryam tidak mengerti bagaimana caranya ia bisa punya anak laki-laki, sedangkan ia tidak memiliki suami. Selanjutnya, Jibril meniup baju kurung Maryam dan tiupan tersebut masuk ke dalam farjinya. Atas seizing Allah SWT, Maryam akhirnya mengandung anak Bani Israil yang Zalim kepada Nabi Isailustrasi kisah nabi Isa, sumber gambar mengetahui bahwa Maryam memiliki anak tanpa suami, penduduk Bani Israil menganggap bahwa Maryam adalah seorang pezina. Namun, atas izin Allah SWT, Nabi Isa yang masih kecil diberikan kemampuan untuk berbicara dan menyampaikan kebenaran, bahwa Ia merupakan Nabi yang diutus oleh Allah SWT,Namun, penduduk Bani Israil justru merasa dengki dengan Nabi Isa karena telah dianugerahi kenabian oleh Allah SWT. Apalagi, Nabi Isa juga mendapatkan beragam mukzizat yang nyata seperti mampu menyembuhkan orang buta, mampu menyembuhkan orang sakit dan mampu menghidupkan kembali orang yang telah mati. Beliau juga mampu membuat burung yang berasal dari tanah kenabian Nabi Isa tidak lantas membuat penduduk Bani Israil bertaubat. Justru, mereka semakin berbuat zalim hingga merencanakan pembunuhan. Kisah Nabi Isa ini tertuang dalam Surat An-Nisaโ€™ ayat 157-159, bahwa mereka mengaku telah membunuh Isa Al Masih. Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya karena oleh Allah SWT diganti dengan orang lain yang menyerupai Nabi Isa. Kejadian yang sebenarnya adalah Allah SWT mengangkat Nabi Isa ke langit dan menempatkannya di tempat yang dikendaki Allah SWT. DLA JAKARTA โ€“ Alquran merupakan kitab suci bagi umat Islam yang wajib dipercaya. Alquran berisi tentang tuntunan, adab, sains, dan keilmuan, hingga argumentasi sejarah. Salah satu argumentasi sejarah yang diisyaratkan Alquran adalah mengenai hawariyyun atau biasa dikenal dengan sebutan murid-murid Nabi Isa AS. Dalam kitab al-Mizan fi Tafsir al-Quran karya Sayid Muhammad Husain, kata hawariyyun dalam bahasa Arab berasal dari kata huur yang berarti sangat putih. Sedangkan dalam Alquran, kata hawariyyun adalah sebutan untuk murid-murid Nabi Isa AS yang berjumlah 12 orang. Meski, kata hawariyyun sendiri tak berarti 12. Allah SWT berfirman dalam Alquran surah Ali Imran ayat 52-53 berbunyi ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูŽุญูŽุณูŽู‘ ุนููŠุณูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุญูŽูˆูŽุงุฑููŠูู‘ูˆู†ูŽ ู†ูŽุญู’ู†ู ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุขู…ูŽู†ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงุดู’ู‡ูŽุฏู’ ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ุง ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ู†ูŽุง ุขู…ูŽู†ูŽู‘ุง ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ุช ูˆูŽุงุชูŽู‘ุจูŽุนู’ู†ูŽุง ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู„ ููŽุงูƒู’ุชูุจู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุดูŽู‘ุงู‡ูุฏููŠู†ูŽ โ€œFalamma ahassa Isa minhumul-kufra qala man anshari ilallahi qalal-hawariyyuna nahnu ansharahum aamanna billahi wasyhad bi-anna muslimun. Rabbana aamanna bima anzalta wa-ttabaโ€™na ar-rasula faktubna maโ€™a syahidin,โ€. Yang artinya โ€œSetelah Isa menyadari akan kekafiran mereka, ia berkata Siapakah yang akan menjadi pembelaku di jalan Allah? Para murid pun berkata Kami lah pembela-pembela Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang tunduk. Tuhan, kami beriman kepada apa yang Engkau wahyukan dan kami mengikuti Rasul, maka masukkanlah kami bersama mereka yang memberi kesaksian,โ€. Kata hawariyyun yang disebutkan di dalam ayat tersebut, menurut Musadiq Marhaban dalam bukunya berjudul Yudas Pengkhianat atau Penyelamat? menjabarkan, para pakar tafsir berbeda pendapat mengenai makna kata tersebut. Sebagian mufassir ahli tafsir berpendapat bahwa makna hawariyyun adalah untuk menjelaskan pakaian murid-murid Isa AS yang serba putih. Sedangkan mufassir lainnya berpendapat bahwa kata hawariyyun di sana adalah sebutan untuk murid-murid Isa AS berdasarkan kelompok dan status sosialnya. Sebab, murid-murid Nabi Isa AS dikenal berasal dari kelompok atau kelas masyarakat yang berbeda-beda di kalangan masyarakat saat itu. Menurutnya, pandangan pertama dari kalangan mufassir tidak dilandasi fakta sejarah yang jelas. Sedangkan pandangan kedua menyebutkan bahwa mereka berasal dari kelas atau kelompok masyarakat yang berbeda seperti nelayan, pengusaha, rohaniawan, dan lainnya. Lebih lanjut dia menjabarkan, sebab dan fungsi penyampaian kisah hawariyyun dalam Alquran, tanpak bahwa penjelasan kisah hawariyyun ini sebenarnya bukan sekadar pembuktian tentang keberadaan mereka sebagai kelompok yang pernah membantu Nabi Isa AS dalam menjalankan misi kerasulannya. Namun, Alquran juga menjelaskan mengenai keadaan mereka di saat mengalami masa-masa sulit yang pernah terjadi bersama Nabi Isa AS. Tujuan utama pemberitaan Alquran adalah untuk menceritakan kembali tentang pilihan yang telah diambil hawariyyun ketika dihadapkan pada suatu kondisi yang sulit. Saat itu, hawariyyun telah diminta untuk menunjukkan komitmen iman dan kesetiaan di dalam merespons permintaan yang disampaikan Isa AS. Jawaban hawariyyun sebagaimana yang termaktub dalam Alquran di surah Ali Imran pada ayat yang telah disebutkan tadi. Hal itu membuktikan bahwa redaksi Alquran membantah tuduhan dalam kitab-kitab Injil yang menyatakan bahwa murid-murid Yesus Isa AS telah kabur di saat Yesus membutuhkan bantuan mereka. Dalam buku ini juga dijabarkan bahwa kata hawariyyun dalam Alquran pun sebenarnya tidak terkait dengan hal-hal yang bersifat materialistik pakaian atau latar sosial mereka. Akan tetapi untuk menjelaskan kembali tentang kepribadian mereka yang suci dan bersih atas segala tuduhan umat Yahudi kala itu. Landasan mengenai hal ini adalah hadirnya ayat lain dalam Alquran yang mengisyaratkan makna dari kata tersebut. Kata hawariyyun yang berasal dari kata huur ini disebut dalam Alquran tentang keindangan dari pasangan hidup manusia di surga. Allah SWT berfirman dalam Alquran surah ad-Dukhan ayat 54 berbunyi ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ุจูุญููˆุฑู ุนููŠู†ู โ€œKadzalika wa zawajnahum bi hurin 'ain,". Yang artinya Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari,โ€. Lalu dalam Alquran surah ar-Rahman ayat 72 berbunyi ุญููˆุฑูŒ ู…ูŽู‚ู’ุตููˆุฑูŽุงุชูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงู…ู โ€œHuurun maqshuratun fil-khiyam,โ€. Yang artinya โ€œBidadari-bidadari yang jelita, putih bersih dipingit dari rumah,โ€. Kata huur pada ayat tersebut tidak pernah ditujukan untuk menerangkan tentang uraian-uraian fisik dari pasangan hidup manusia di surga. Namun menjelaskan tentang sifat dan kondisi pasangan-pasangan hidup manusia di surga itu sangat berbeda dari cara pandang serta pemahaman manusia tentang keindahan yang disediakan Allah di dalamnya. Dengan demikian, kata hawariyyun dalam Alquran juga merupakan sebutan dari Allah untuk menunjukkan sifat dan keadaan murid-murid Nabi Isa AS yang suci. Mereka sesungguhnya bebas dari tuduhan yang dilontarkan para penganut agama tertentu. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini Khutbah I ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ุฐูŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณู‘ู„ุงูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ู‡ูŽู…ูŽู†ูŽุง ุจูุดูŽุฑููŠู’ุนูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุงู„ูƒูŽุฑูŠู…ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒ ู„ูŽู‡ุŒ ุฐููˆ ุงู’ู„ุฌูŽู„ุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูƒู’ุฑุงู…ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณูˆู„ูู‡ุŒ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุง ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูู‡ ูˆูŽุฃุตู’ุญุงุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนูŠู†ูŽ ุจูุฅุญู’ุณุงู†ู ุฅู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ุŒ ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠูŽุงูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ุŒ ุฃูˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู’ู†ู’ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ูŽ ูููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุงู†ู ุงู’ู„ูƒูŽุฑููŠู…ู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุดูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุงุŒ ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูŠูŽุง ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ. ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุนูŽุธููŠู…ู Jamaah Jumat rahimakumullah, Pada tahun 2018 ini, umat Nasrani memperingati Hari Wafat Isa Al-Masih pada hari Jumat 30 Maret. Pada tahun 2017 lalu Hari Wafat Isa Al-Masih jatuh pada tanggal 25 Maret. Tahun sebelumnya 2016, jatuh pada tanggal 14 April, dan tahun 2014 jatuh pada tanggal 3 April. Jatuhnya hari besar bagi umat Nasrani ini tidak menentu setiap tahunnnya dalam sistem kalender Masehi karena berentang antara tanggal 22 Maret dan 25 April. Umat Nasrani meyakini bahwa Isa Al-Masih wafat dalam kayu salib pada hari Jumat. Hari itu kemudian disebut Jumat Agung. Dari sinilah istilah Jumat Agung itu berasal. Jadi istilah Jumat Agung memang berasal dari tradisi Nasrani. Namun Islam mengenal Jumat Mubarokah, yang maksudnya adalah hari Jumat yang dibarakahi Allah subhanahu wataโ€™ala tanpa dibatasi dengan tanggal, bulan atau tahun tertentu. Jamaah Jumat rahimakumullah, Menurut aqidah Islam, umat Islam wajib mempercayai bahwa Isa alaihis salam adalah salah seorang dari kedua puluh lima Nabi dan Rasul yang wajib diimani. Mereka wajib mengetahui dan meyakini kebenarannya. Jadi kalau pada saat ini kita membicarakan tentang Nabi Isa alaihim salam pada hari yang oleh orang-orang Nasrani disebut hari wafatnya tidak salah karena Islam berkepentingan meluruskan masalah ini, yakni terutama tentang penyaliban dan kamatian Nabi Isa alaihis salam dan akan turunnya ke bumi di masa depan sebelum hari Kiamat. Secara jelas dan tegas, Allah subhanahu wataโ€™ala dalam Al-Qurโ€™an, Surat An-Nisa, ayat 157, memberikan bantahan tentang penyaliban Nabi Isa alaihis salam sebagai berikut ูˆูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุชูŽู„ููˆู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุตูŽู„ูŽุจููˆู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุดูุจูู‘ู‡ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ Artinya โ€œMereka tidaklah membunuh Isa dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa.โ€ Jamaah Jumat rahimakumullah, Dalam doktrin Nasrani, para pemeluknya diwajibkan meyakini bahwa Isa Al-Masih meninggal dunia dalam kayu salib. Penyalipan ini sangat penting bagi mereka karena berkaitan langsung dengan doktrin pengampunan dosa asal original sin. Yang mereka maksud dengan dosa asal adalah dosa warisan yang secara turun temurun diwariskan oleh Adam dan Hawa kepada semua manusia akibat memakan buah khuldi di surga. Dosa asal tersebut kemudian ditebus oleh Isa dengan penyaliban dirinya di kayu salib hingga meninggal dunia. Di dalam Islam, doktrin tentang dosa warisan tidak dikenal. Justru Islam mengajarkan bahwa setiap anak manusia lahir ke bumi dalam keadaan suci tanpa membawa dosa apapun dan dari siapa pun termasuk dari kedua orang tuanya sendiri dan apalagi dosa Nabi Adam dan Hawa. Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏู ูŠููˆู„ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽุฉู Artinya โ€œSetiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah suci.โ€ Jamaah Jumat rahimakumullah, Bahwa Isa Al-Masih wafat merupakan dogma yang harus diyakini oleh para pemeluk Nasrani sebagaimana mereka harus meyakini bahwa setelah wafat kemudian hidup kembali pada hari ketiga, tepatnya pada hari Minggu, yang kemudian dikenal dengan Minggu Paskah atau Hari Kebangkitan Isa Al-Masih. Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah pandangan Islam yang didasarkan pada Al-Qurโ€™an dan Hadits tentang wafatnya Nabi Isa yang oleh orang-orang Nasrani diyakini hidup kembali? Para ahli tafsir bersepakat bahwa Nabi Isa 'alaihis salam tidak pernah disalib. Sebagaimana ditegaskan dalam Surat An-Nisa, ayat 157 tadi, orang yang meninggal dalam kayu Salib tersebut sebetulnya adalah seseorang yang oleh Allah subhanahu wataโ€™ala diserupakan dengan Nabi Isa 'alaihis salam. Banyak pihak meyakini ia bernama Yudas Iskariot. Sekali lagi pada kasus penyaliban ini para ahli tafsir dalam Islam bersepakat satu pandangan, namun terkait dengan pertanyaan apakah Nabi Isa benar-benar telah wafat, mereka tidak bersepakat. Jamaah Jumat rahimakumullah, Para ahli tafsir dalam Islam memang terbelah dua dalam menyikapi apakah Nabi Isa 'alaihis salam telah wafat atau masih hidup. Mereka memiliki argumentasi masing-masing yang pada intinya mereka berbeda dalam menafsirkan Surat Ali Imran ayat 55, Surat Al-Maidah ayat 117 dan 144 serta Surat An-Nisaโ€™ ayat 159. Perbedaan penafsiaran terjadi terutama dalam memaknai kata ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽโ€œmutawaffikaโ€ yang terdapat dalam Al-Quran Surat Ali Imran, ayat 55 sebagai berikut ุฅูุฐู’ ู‚ุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูŠุง ุนูŠุณู‰โ€ ุฅูู†ูู‘ูŠ ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽ ูˆูŽ ุฑุงููุนููƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽ ู…ูุทูŽู‡ูู‘ุฑููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐูŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง Artinya โ€œIngatlah tatkala Allah berkata Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir. โ€ Beberapa ahli tafsir meyakini bahwa kata-kata ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽ yang artinya โ€œmewafatkan engkauโ€ pada ayat di atas bermakna sesuai dengan arti leksikal atau makna dhahirnya, yakni โ€œwafatโ€ atau โ€œmatiโ€. Dengan pemahaman seperti itu mereka meyakini bahwa Nabi Isa 'alaihis salam benar-benar telah diwafatkan oleh Allah sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Para ahli tafsir yang memiliki pemahaman seperti ini antara lain adalah Buya Hamka, Syaikh Muhammad Abduh dan Sayyid Rasyid Ridha, Mahmud Syaltut, dan sebagainya. Selain itu, mereka dalam menafsirkan kata-kata ูˆูŽ ุฑูŽุงููุนููƒูŽ yang artinya โ€œAllah mengangkat engkau Nabi Isaโ€ sebagaimana terdapat dalam Surat Ali Imran, ayat 55, bukan dalam arti bahwa Allah mengangkat ruh dan jasmani beliau ke langit, tetapi Allah mengangkat derajat Nabi Isa 'alaihis salam tinggi-tinggi sebagaimana Allah mengangkat derajat para nabi lainnya. Jadi yang diangkat oleh Allah menurut para ahli tafsir tersebut bukan fisik dan rohani Nabi Isa 'alaihis salam melainkan hanya derajatnya sehingga bersifat immaterial. Demikian pula terkait dengan akan turunnya Nabi Isa 'alaihis salam ke bumi, mereka menafsirkan bahwa bukan jasad dan ruh Nabi Isa 'alaihis salam yang akan turun ke bumi, melainkan ajarannya yang asli yang penuh rahmat, cinta dan damai. Ajaran itu mengambil maksud pokok dari syariat. Lihat Syaikh Muhammad Abduh, Tafsir Al-Qurโ€™an al-Hakim [Tafsir al-Mannar], Kairo, Dar al-Mannar, 1376 H, Juz 3,Cet. III, hal. 317. Jamaah Jumat rahimakumullah, Beberapa ahli tafsir lainnya yang meyakini bahwa Nabi Isa 'alaihis salam belum wafat atau masih hidup mendasarkan pemahamannya bahwa kata ู…ูุชูŽูˆูŽููู‘ูŠูƒูŽ pada Surat Ali Imran ayat 55 tidak bermakna leksikal โ€œmewafatkan engkauโ€ tetapi bermakna kontekstual, yakni โ€œmenidurkan engkauโ€, sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir bahwa yang dimaksud dengan ุงูŽู„ู’ูˆูŽููŽุงุฉู โ€œwafatโ€ terkait Nabi Isa 'alaihis salam adalah ุงูŽู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู yang artinya โ€œtidurโ€. Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurโ€™an al-Adhim, Bairut, Dar Ibn Hazm, 2000, hal. 368. Pemaknaan kontekstual seperti itu berimplikasi bahwa Nabi Isa 'alaihis salam belum wafat atau masih hidup baik secara fisk maupun non-fisik karena mereka meyakini Allah mengambil ruh dan jasad Nabi Isa secara bersama sama untuk diangkat ke langit dalam keadaan tidur. Implikasi berikutnya adalah mereka memahami bahwa Nabi Isa akan turun ke bumi dengan jasad dan ruhnya di masa depan berdasarkan hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Para ahli tafsir yang memilih pemaknaan seperti ini selain Ibnu Katsir, adalah Al Baidhawi, Syaikh Thanthawi, Ibnu Taimiyah, dan lain sebagainya. Jamaah Jumat rahimakumullah, Meskipun terdapat dua kubu ahli tafsir yang berbeda pendapat tentang sudah wafatnya Nabi Isa 'alaihis salam, namun sebagian besar umat Islam sepakat bahwa Nabi Isa 'alaihis salam masih hidup sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Athiyah dalam kitab tafsirnya Al-Muharrar Al-Wajiz sebagai berikut ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽุชู ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉูุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุชูŽุถูŽู…ู‘ูŽู†ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽุงุชูุฑูู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนููŠุณูŽู‰ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุญูŽูŠู‘ูŒุŒูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ูููŠ ุขุฎูุฑูุงู„ุฒู‘ูŽู…ูŽุงู†ูุŒ ููŽูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู ุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠุฑูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุณูุฑูุงู„ุตู‘ูŽู„ููŠุจูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽู‚ู’ุชูู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽูููŠุถู ุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ูุŒ ูˆูŽุชูŽุธู’ู‡ูŽุฑู ุจูู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู‘ูŽุฉูุŒ ู…ูู„ู‘ูŽุฉู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุญูุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ุชูŽู…ูุฑูุŒ ูˆูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ยป ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูู…ููŠู’ุชูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ Artinya โ€œUmat Islam sepakat untuk meyakinkan kandungan hadis yang mutawatir bahwa Nabi Isa hidup di langit. Beliau akan turun di akhir zaman, membunuh babi, mematahkan salib, membunuh Dajjal, menegakkan keadilan, agama Nabi Muhammad menjadi menang bersama beliau, Nabi Isa juga berhaji dan umrah, dan menetap di bumi selama dua puluh empat. Ada juga yang menyakan 40 tahun dan kemudian Allah mewafatkannya.โ€ lihat Ibnu Athiyyah, al-Muharrar al-Wajiz, Beirut, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2001, Juz I, hal. 444. Jamaah Jumat rahimakumullah, Menyikapi khilafiyah di bidang keyakinan sebagaimana diuraikan di atas, umat Islam tidak perlu berkecil hati ataupun mengkhawatirkan sesuatu sebab masalah ini bukanlah masalah keimanan yang bersifat fundamental, melainkan lebih merupakan perbedaan biasa karena secara umum merupakan perbedaan budaya. Masing-masing umat Islam baik yang percaya maupun tidak percaya bahwa Nabi Isa alaihis salam masih hidup tidak berisiko menanggung apa pun sebab persoalan ini bukan masalah qathโ€™i. Mereka tetap sama-sama mukmin dan bukan kafir. ุฌูŽุนูŽู„ูŽู†ุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฅูŠู‘ูŽุงูƒู… ู…ูู†ูŽ ุงู„ููŽุงุฆูุฒููŠู† ุงู„ุขู…ูู†ููŠู†ุŒ ูˆูŽุฃุฏู’ุฎูŽู„ูŽู†ูŽุง ูˆุฅููŠู‘ูŽุงูƒู… ูููŠ ุฒูู…ู’ุฑูŽุฉู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฃุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู’ุŒ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู’ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง ุจุงูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูƒู…ู’ ูููŠ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ุงูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุขูŠุงุชู ูˆุฐููƒู’ุฑู ุงู„ุญูŽูƒููŠู’ู…ู. ุฅู†ู‘ู‡ู ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆู‘ุงุฏูŒ ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูŒ ู…ูŽู„ููƒูŒ ุจูŽุฑู‘ูŒ ุฑูŽุคููˆู’ููŒ ุฑูŽุญููŠู’ู…ูŒ Khutbah II ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงูู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุฅู„ู‰ูŽ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู’ุจููŠุขุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฅู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑ Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama UNU Surakarta

pandangan alquran tentang penyaliban nabi isa as adalah